Senin, 04 Oktober 2010

Keutamaan Memuji Allah (Fadhlul Haamidiin) dengan bacaan ” Yaa Rabbii lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi

Hadits ini telah di riwayatkan oleh An-Nasa’i di dalam kitab sunannya pada bab “Fadhlul Haamidiin”, juz 2, hal. 220.
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meberitahu para sahabat jika ada salah seorang dari hamba Allah yang membaca (lafazh dzikir sebagai berikut), ” Yaa Rabbii lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanika (artinya : wahai Tuhan ku, bagi-Mu pujian seperti yang layak untuk kemuliaan-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu) “,
maka kalimat dzikir tersebut membuat berat kedua malaikat pencatat amal perbuatan manusia sehingga keduanya tidak tahu apa yang pantas dia tulis untuk kalimat dzikir tersebut.
Kedua malaikat tersebut naik ke langit dan berkata, ” Wahai Tuhan kami, sesungguhnya hamba-Mu telah mengucapkan sebuah kalimat yang tidak tahu harus kami catat dengan balasan seperti apa. ” Allah ‘Azza wa Jalla berfirman - sedangkan Dia sebenarnya lebih tahu terhadap apa yang di ucapkan oleh hamba-Nya -
” Memang apa yang telah di ucapkan oleh hamba-Ku? ”
kedua malaikat itu berkata, ” Sesungguhnya dia telah mengucapkan (kalimat dzikir), ‘ Yaa Rabbii lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanika ( artinya : wahai Tuhan ku, bagi-Mu pujian seperti yang layak untuk kemuliaan-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu )’.
” Allah ‘Azza wa Jalla berfirman kepada kedua malaikat tersebut,
” Tulislah oleh kalian kalimat dzikir tersebut sebagaimana yang telah di ucapkan oleh hamba-Ku, sehingga dia akan bertemu dengan-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. ”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar